Mulai Marak Kembali Kasus Korupsi, Kali Ini Melibatkan Pengadaan Bibit Bawang dan Cabai


Mulai Marak Kembali Kasus Korupsi, Kali Ini Melibatkan Pengadaan Bibit Bawang dan Cabai

AGEN POKER - Tim subdit Topikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulses menurunkan tim menyediakan adanya aroma korupsi pada proyek prngadaan bibit bawang mereka, cabaidi kabupaten Enrekang.

"Kasus ini sementara penyelidiakan. Tim Tipikor juga sudah turun kelapangan melakukan puldata dan pulbaket," kata Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel.

Pelaksana tugas Kepala Subdit III Tipikor Dit Reskrimus Polda Sulsel, Kompol Sutomo berjanji akan mengawali dan menangani kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah, cabai tersebut.

"Kami tentu akan maksimal penyelidikan dan menyampaikan setiap perkembangan yang ada,"Ujar Sutomo.

AGEN CEME- Sebelumnya, puluhan mahasiswa Kabupaten Enrekang yang tegabung dalam Gerakan Pemuda Intelektual untuk kedua kalinya berunjuk rasa di Markas Kepolisian Keuangan Sulsel.

Mereka mendesak Polda Sulsel segera memeriksa semua pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan bibit bawang dan cabai tersebut.

Di antaranya, kata mereka,  keterlibatan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang selaku penggunaan Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, serta pihak rekanan dalam proyek pengadaan bibit dari APBD kabupaten Enrekang tahun anggaran 2017.-

"Kami sangat berharap Polda Sulse tidak pandang bulu dalam menetapkan tersangka khususnya mereka yang terbukti bersalah dalam kasusu ini," Ujar
Selain mendesak pihak Polda Sulsel tak berlama-lama meningkatkan status penanganan kasus pengadaan bibit bawang merah, cabai, dan cultivator tersebut, GPI juga mendesak pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel mengaudit hasil pengerjaan proyek yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut.

"Seluruh data terkait pengerjaan pengadaan bibit bawang merah, cabe dan cultivator itu sudah kami berikan ke penyidik jadi kami harap segera dimaksimalkan. Demikian juga BPK, Kami harap segera lakukan audit," terang Syamsul.
BANDAR POKER -  Ia menjelaskan, dalam pengerjaan proyek pengadaan bibit bawang merah, cabai, dan cultivator yang menggunakan anggaran sebesar Rp20 miliar dari APBD Kabupaten Enrekang tahun anggaran 2017 itu, terdapat beberapa kejanggalan.

Di antaranya, beber Syamsul, penggunaan anggarannya tidak melalui pembahasan bersama DPRD Kabupaten Enrekang. Namun, pihak pemerintah Kabupaten Enrekang (Pemkab Enrekang), kata dia, justru menerbitkan Surat Keputusan Parsial (SK Parsial) sebagai dasar pelaksanaan proyek pengadaan bibit bawang merah, cabai, dan cultivator tersebut.

"Anggarannya pun terindikasi sengaja dipecah menjadi beberapa paket proyek," ungkap Syamsul.

Tak hanya itu, pengerjaan pengadaan bibit tersebut, diduga terjadi monopoli atau diam-diam melalui proses pengaturan perusahaan pemenang yang dilakukan oleh oknum pejabat yang bekerja sama dengan pihak rekanan pada saat proses tender/lelang.

BANDAR CEME - Kemudian kejanggalan lain, bahwa dalam pelaksanaannya juga diduga ada pemalsuan label dan pencampuran bibit varitas unggul dari Kota Bima dengan bibit lokal kualitas tidak layak yang disortir tanpa melalui standar mekanisme dan prosedur penangkaran bibit.

"Makanya usai penanaman bibit, hampir 90 persen petani merugi akibat dari bibit bawang yang tidak berkualitas sesuai standar," tutur Syamsul.

Petani lanjut Syamsul, juga ditemukan tidak semua mendapatkan alat cultivator sebagai penunjang pengelolaan lahan tanam. Alat cultivator, kata dia, dimonopoli oleh oknum yang punya hubungan kekerabatan dengan pejabat.

"Padahal sesuai aturan, petani atau kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit, juga harus mendapatkan alat cultivator sebagai penunjang," beber Syamsul.

BANDAR DOMINO - Ia juga menduga terjadi mark up harga bantuan. Harga yang dibayarkan pemerintah untuk membeli bantuan bibit bawang merah, cabai, dan cultivator tersebut sangat mahal dari harga pasaran bibit pada saat itu.

"Semua data hasil investigasi GPI terkait proyek pengadaan bibit bawang merah, cabai, dan cultivator di Kabupaten Enrekang sudah kami serahkan ke penyidik Polda Sulsel. Kami harap segera ditindaklanjuti dan ada kepastian hukum segera mungkin," Syamsul menandaskan.

Comments